Sabtu, 17 Januari 2009

Proses Masuk dan Berkembangnya Islam ke Indonesia

1. Masuknya Islam ke Indonesia 
Di Leran (Gersik) terdapat makan seorang Islam bernama Fatimah binti Maemun yang berangka tahun 475 H (1082 M).
Dalam perjalannya ke Cina, seorang musafir Venesia bernama Marco Polo singgah di Perlak (Peureula), Aceh Utara, pada tahun 1292. 
Dalam perjalanan ke Cina Ibnu Battutah, utusan Sultan Dehi (India), singgah raja Samudera Pasai giat menyebarkan agama Islam. 
Perkembangan agama Islam berangsur-angsur, dari abad ke-11 sampai 14. 

2. Pembawa dan Penerima Agama Islam pada Awal Perkembangannya di Indonesia
Siapakah pembawa agama Islam ke Indonesia? Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Gujarat, Persia dan Arab. 
Karena pembawanya para pedagang, maka para pedagang Indonesia pulalah yang mula-mula menerima agama Islam. Hal itu terjadi di kota pelabuhan. 

3. Proses Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Proses berkembangnya agama Islam sejalan dengan perdagangan dan pelayaran. 
Kapal yang melewati Selat Malaka pasti singgah di pelabuhan Malaka. Antara lain kapal-kapal dari Indonesia, Cina, India (Gujarat), Arab, Persia, dan Asia Tenggara. 
Kesempatan itu digunakan oleh para pedagang Islam dari Gujarat, Persia dan Arab untuk menyebarkan agama Islam. Ketika kembali ke tanah air, para pedagang Indonesia singgah di beberapa pelabuhan.
Ternyata perdagangan dapat menjadi jalur penyebaran agama Islam. Disamping itu masih ada jalur-jalur lain. Apa saja jalur itu?
a. Jalur perkawinan
b. Jalur pendidikan
c. Jalur dakwah
d. Jalur kesenian
Agam Islam cepat berkembang atau meluas di Indonesia, adapun faktor-faktor yang menyebabkan agama Islam cepat meluas di Indonesia adalah: 
1. Syarat-syarat masuk agama Islam sangat mudah yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat. 
2. Upacara-upacara agama Islam sangat sederhana dibandingkan dengan agama Hindu. 
3. Agama Islam tidak mengenal sistem kasta dan menganggap setiap manusia sama.
4. Agama Islam yang menyebar di Indonesia telah di sesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
5. Faktor politik yang ikut memperlancar penyebaran agama Islam yaitu runtuhnya kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Hindu di Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan pertama yang menganut sistem pemerintahan bercorak Islam. 
1. Kerajaan Makasar 
a. Berdirinya
Pada abad ke-16 di Sulawesi beridiri beberapa kerajaan, antara lain Gowa dan Tallo. Ibukotanya Sombaopu. Raja Gowa, Daeng Manrabia menjadi raja Gowa-Tallo dengan gelar Sultan Alaudin. Sedangkan raja Tallo, Karaeng Matoaya, menjadi mangkubumi dengan gelar Sultan Abdullah. 
b. Proses Pertumbuhan 
Letak kerajaan Gowa-Tallo strategis, pada jalur pelayaran Malaka ke Maluku.
Pada tahun 1661, Gowa-Tallo meluaskan wilayahnya ke Bone dan Solor. Dengan demikian, kerajaan Gowa-Tallo lebih berkembang lagi. Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar) mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hassanudin.

2. Kerajaan Ternate 
a. Berdirinya
Pada abad ke-13 di Maluku Utara berdiri kerajaan Ternate. Ibukotanya Sampalu. Antara lain Raja Ternate sendiri, Sultan Zainal Abidin. 


b. Proses Pertumbuhannya 
Kerajaan Ternate berkembang pesat, berkat kekayaan rempah-rempahnya terutama cengkih.
Karena pelayaran dan perdagangan Ternate maju, maka Sultan Baabulah bergelar yang dipertuan di 72 pulau.

3. Kerajaan Tidore
a. Berdirinya 
Disamping Ternate, pada abad ke-13 di Maluku juga terdapat Kerajaan Tidore. Kerajaan ini pun bercorak Islam.
b. Proses Pertumbuhan 
Raja Tidore yang terkenal ialah Sultan Nuku. Setelah Portugis dan Spanyol datang di Maluku, Ternate dan Tidore diadudombakan. Keduanya bersatu untuk mengusir Portugis. Persetujuan itu tercapai dalam perundingan di Pulau Motir. Oleh karena itu, dinamakan Pesekutuan Motir. Dengan demikian, Persekutuan Motir merupakan persekutuan empat kerajaan. 

4. Kerajaan Banjar
a. Berdirinya
Banjarmasin semula merupakan daerah kekuasaan kerajaan Nagaradaha. Kerajaan Nagaradaha terletak di pedalaman Kalimantan. Ibu kotnya di Murabahan atau Marabahan. 
b. Proses Pertumbuhan 
Pelabuhan Banjarmasin terletak di muara sungai, Sungai Barito. Kapal-kapal besar dapat berlabuh di pelabuhan Banjarmasin. 

1. Perananan Wali Sanga 
Tokoh-tokoh penyiar agama Islam di Jawa terkenal dengan sebutan wali. 
a. Sunan Gresik
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Giri
e. Sunan Derajat
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati

2. Para Pemikir dan Ulama Islam
Para pemikir dan ulama yang terkenal antara lain sebagai berikut :
a. Dato’ri Bandang menyebarkan agama Islam di daerah Gowa (Sulawesi Selatan).
b. Tua Tanggang Parang menyebarkan agama Islam di daerah Kutai (Kalimantan Timur). 
c. Seorang Penghulu dari Demak menyebarkan Islam di kalangan para bangsawan Banjar (Kalimantan Selatan).
d. Hamzah Fansuri seorang ahli tasauf dari Barus (Aceh).
e. Syamsuddin as Samatrani adalah murid Hamzah Fansuri.
f. Nuruddin Ar Raniri adalah seorang ulama Gujarat keturunan Hadramaut-India. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar