Sabtu, 17 Januari 2009

SELIMUT HATI

Bila Isroil datang memanggil
Jasad terbujur dipembaringan
Seluruh tubuh akan memanggil
Sekujur badan kan kedinginan

 Tiada lagi gunanya harta
 Kawan karib sanak saudara
 Jikalau ada amal di dunia
 Itulah hanya pembela kita

Janganlah mau disanjung-sanjung
Engkau digelar manusia angung
Sadarlah diri tau diuntung
Sebelum masa keranda diusung

 Datang masanya insaflah diri
 Selimut putih pembalut badan
 Tinggal semua yang dikasihi
 Berbaktilah hidup sepanjang zaman

GERAKAN TARIAN DINCAK DAMBUS

1. Dincak awal masuk hitungan 3 x 8 (gerakan kekanan kekiri)
2. Dincak angkat hitungan 4 x 8 (gerakana kedepan berhenti kebelakang)
3. Salam hormat tangan dibentangkan (2 x 8)
4. Dincak kanan kiri (2 x 8)
5. Tepuk depab perut 3 x 8 sambil angkat
6. Tepuk depab belakang badan 4 x 8 kedepan 2 x 8 berhenti
7. Kipas (2 x 8)
8. Domyan ke depan (2 x 8)
9. Kecipak air (1 x 8) balik keposisi
10. Kecipak dincak walah duduk
11. Goyang tangan (2 x 8)
12. Goyang tangan badan naik (1 x 8)
13. Kupu-kupu (kekiri lalu ke kenan) (2 x 8)
14. Dincak ditempat (1 x 8)
15. Dincak dambus (2 x 8)
16. Angkat kanan kiri lalu turun ke lantai
17. Angkat kakan kiri (3 x 8)
18. Dincak gale-gale tepuk (2 x 8)
19. Tangkut (3 x 8)
20. Dincak angkat penutup (2 x 8)

Proses Masuk dan Berkembangnya Islam ke Indonesia

1. Masuknya Islam ke Indonesia 
Di Leran (Gersik) terdapat makan seorang Islam bernama Fatimah binti Maemun yang berangka tahun 475 H (1082 M).
Dalam perjalannya ke Cina, seorang musafir Venesia bernama Marco Polo singgah di Perlak (Peureula), Aceh Utara, pada tahun 1292. 
Dalam perjalanan ke Cina Ibnu Battutah, utusan Sultan Dehi (India), singgah raja Samudera Pasai giat menyebarkan agama Islam. 
Perkembangan agama Islam berangsur-angsur, dari abad ke-11 sampai 14. 

2. Pembawa dan Penerima Agama Islam pada Awal Perkembangannya di Indonesia
Siapakah pembawa agama Islam ke Indonesia? Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Gujarat, Persia dan Arab. 
Karena pembawanya para pedagang, maka para pedagang Indonesia pulalah yang mula-mula menerima agama Islam. Hal itu terjadi di kota pelabuhan. 

3. Proses Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Proses berkembangnya agama Islam sejalan dengan perdagangan dan pelayaran. 
Kapal yang melewati Selat Malaka pasti singgah di pelabuhan Malaka. Antara lain kapal-kapal dari Indonesia, Cina, India (Gujarat), Arab, Persia, dan Asia Tenggara. 
Kesempatan itu digunakan oleh para pedagang Islam dari Gujarat, Persia dan Arab untuk menyebarkan agama Islam. Ketika kembali ke tanah air, para pedagang Indonesia singgah di beberapa pelabuhan.
Ternyata perdagangan dapat menjadi jalur penyebaran agama Islam. Disamping itu masih ada jalur-jalur lain. Apa saja jalur itu?
a. Jalur perkawinan
b. Jalur pendidikan
c. Jalur dakwah
d. Jalur kesenian
Agam Islam cepat berkembang atau meluas di Indonesia, adapun faktor-faktor yang menyebabkan agama Islam cepat meluas di Indonesia adalah: 
1. Syarat-syarat masuk agama Islam sangat mudah yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat. 
2. Upacara-upacara agama Islam sangat sederhana dibandingkan dengan agama Hindu. 
3. Agama Islam tidak mengenal sistem kasta dan menganggap setiap manusia sama.
4. Agama Islam yang menyebar di Indonesia telah di sesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
5. Faktor politik yang ikut memperlancar penyebaran agama Islam yaitu runtuhnya kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Hindu di Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan pertama yang menganut sistem pemerintahan bercorak Islam. 
1. Kerajaan Makasar 
a. Berdirinya
Pada abad ke-16 di Sulawesi beridiri beberapa kerajaan, antara lain Gowa dan Tallo. Ibukotanya Sombaopu. Raja Gowa, Daeng Manrabia menjadi raja Gowa-Tallo dengan gelar Sultan Alaudin. Sedangkan raja Tallo, Karaeng Matoaya, menjadi mangkubumi dengan gelar Sultan Abdullah. 
b. Proses Pertumbuhan 
Letak kerajaan Gowa-Tallo strategis, pada jalur pelayaran Malaka ke Maluku.
Pada tahun 1661, Gowa-Tallo meluaskan wilayahnya ke Bone dan Solor. Dengan demikian, kerajaan Gowa-Tallo lebih berkembang lagi. Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar) mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hassanudin.

2. Kerajaan Ternate 
a. Berdirinya
Pada abad ke-13 di Maluku Utara berdiri kerajaan Ternate. Ibukotanya Sampalu. Antara lain Raja Ternate sendiri, Sultan Zainal Abidin. 


b. Proses Pertumbuhannya 
Kerajaan Ternate berkembang pesat, berkat kekayaan rempah-rempahnya terutama cengkih.
Karena pelayaran dan perdagangan Ternate maju, maka Sultan Baabulah bergelar yang dipertuan di 72 pulau.

3. Kerajaan Tidore
a. Berdirinya 
Disamping Ternate, pada abad ke-13 di Maluku juga terdapat Kerajaan Tidore. Kerajaan ini pun bercorak Islam.
b. Proses Pertumbuhan 
Raja Tidore yang terkenal ialah Sultan Nuku. Setelah Portugis dan Spanyol datang di Maluku, Ternate dan Tidore diadudombakan. Keduanya bersatu untuk mengusir Portugis. Persetujuan itu tercapai dalam perundingan di Pulau Motir. Oleh karena itu, dinamakan Pesekutuan Motir. Dengan demikian, Persekutuan Motir merupakan persekutuan empat kerajaan. 

4. Kerajaan Banjar
a. Berdirinya
Banjarmasin semula merupakan daerah kekuasaan kerajaan Nagaradaha. Kerajaan Nagaradaha terletak di pedalaman Kalimantan. Ibu kotnya di Murabahan atau Marabahan. 
b. Proses Pertumbuhan 
Pelabuhan Banjarmasin terletak di muara sungai, Sungai Barito. Kapal-kapal besar dapat berlabuh di pelabuhan Banjarmasin. 

1. Perananan Wali Sanga 
Tokoh-tokoh penyiar agama Islam di Jawa terkenal dengan sebutan wali. 
a. Sunan Gresik
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Giri
e. Sunan Derajat
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati

2. Para Pemikir dan Ulama Islam
Para pemikir dan ulama yang terkenal antara lain sebagai berikut :
a. Dato’ri Bandang menyebarkan agama Islam di daerah Gowa (Sulawesi Selatan).
b. Tua Tanggang Parang menyebarkan agama Islam di daerah Kutai (Kalimantan Timur). 
c. Seorang Penghulu dari Demak menyebarkan Islam di kalangan para bangsawan Banjar (Kalimantan Selatan).
d. Hamzah Fansuri seorang ahli tasauf dari Barus (Aceh).
e. Syamsuddin as Samatrani adalah murid Hamzah Fansuri.
f. Nuruddin Ar Raniri adalah seorang ulama Gujarat keturunan Hadramaut-India. 

Masuk dan Berkembangnya Islam di Brunai Darussalam

Untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di Brunai ada menteri yang mengurus tentang hal ini sebagaimana yang terdapat di Idonesia yaitu Menteri Agama. Dalam melaksanakan da’wah Islamiyah, Brunai sering mendatangkan para mubaligh-mubaligh dari Indonesia. Selain mubaligh-mubaligh, Brunai juga mendatangkan banyak tenaga pengajar dari Indonesia dalam berbagai disiplin ilmu, terutama ilmu-ilmu agama dan bahasa Arab.

Kerjasama di bidang pendidikan agama antara Indonesia dan Brunai pernah juga terjadi yaitu kerjasama antara PTIQ dan IQRA. Kerjasama ini tandai dengan kunjungan beberapa tokoh muslim Brunai ke PTIQ dan kunjungan beberapa orang PTIQ dan IQRA disertai dengan para qari terkenal. Dalam naskah kerjasama antara lain disepakati PTIQ bersedia untuk menyediakan tenaga pengajar ilmu Al-Qur’an Tafsir dan para mubaliq, sementara dari yayasan IQRA akan mengirimkan beberapa mahasiswa Brunai untuk belajar di PTIQ.

Masuk dan Berkembangnya Islam di Malaysia.

Kedudukan agama Islam di Malaysia sebagai mana tercantum dalam konsitusi Malaysia ialah bahwa agama Islam adalah agama negara atau agama resmi di Malaysia. Namun demikian, konstitusi menjamin agama-agama lain. Dapat diamalkan dengan aman dan damai di seluruh Malaysia. Menurut konstitusi Malaysia, pemerintahan melindungi orang-orang Islam dari propaganda agama-agama atau kepercayaan bahwa yang dimaksud dengan orang melayu ialah orang yang beragama Islam, berbahasa melayu dan beradat istiadat melayu. 
Dalam melaksanakan da’wah Islam di Malaysia, pemerintah Malaysia pernah minta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengirimkan para Mubaligh Indonesia memberikan da’wah Islam di Malaysia. Di dalam usaha penerapan ajaran Islam. Di Malaysia sudah didirikan Bank Islam yang diresmikan sendiri oleh Perdana Menteri Dr. Mahathir Muhammad. Bank Islam ini dimaksudkan untuk membela kepentingan umat Islam yang merupakan golongan mayoritas di Malaysia. 

Masuk dan Berkembangnya Islam di Filipina.

Islam masuk di Filipina sejak tahun 1360 melalui Malaysia dan Indonesia. Sejak itu Islam sudah menyebar bukan hanya di Filipina Selatan tetapi juga dibagian tengah dan utara Filipina. Pada permulaan abad ke-15 telah terdapat beberapa kesultanan seperti Mindanao, Basilan, sulu dan pahlawan. Kesultanan-kesultanan tersebut merupakan suatu kesatuan seperti yang sekarang sebagai negara Filipina. Pada taun 1565 Spanyol masuk ke Filipina sebagai penjajah. Orang-orang Spanyol menyebut orang-orang Islam di Filipina dengan sebutan Moro. 
Pada tahun 1891 Filipina dikuasai oleh Amerika Serikat. Kedatangan orang-orang Amerika di Filipina ini sangat merugikan Islam. Amerika pernah memaksa orang-orang Islam Filipina Selatan supaya membuka tanah mereka untuk kepentingan orang-orang Katolik. Hal ini ditentang oleh orang-orang Islam dan mereka berjuang mempertahankan tanah mereka. Wilayah yang ditempati Muslim Filipina ini merupakan daerah yang subur, sehingga walaupun masyarakat muslim ingin melepaskan diri dari pemerintah Filipina, pemerintah tetap tidak akan melepaskannya.

Masuk dan Berkembangnya Islam di Thailand

Masyarakat muslim Pattani pada umumnya adalah keturunan bangsa melayu, yang taat beragama. Sayangnya pemerintahan Thailand yang Budhisme sejak dahulu sampai sekarang kurang memperhatikan nasib umat Islam ini. Mereka dituduh sebagai separatis Muslim sehingga pemerintah Thailand selalu memburu mereka. Umat Islam Thailand dibawah pemerintahan Budhisme benar-benar mengalami nasib yang memprihatinkan. 
Hampir selama dua abad nasib masyarakat muslim Pattani benar-benar terlantar, oleh sebab itu mereka ingin menentukan nasib mereka sendiri. Masyarakat muslim Pattani ingin memisahkan diri dari pemerintahan Thailand, tetapi pemerintah Thailand selalu menghalanginya karena daerah-daerah muslim adalah merupakan daerah yang strategis dan tanahnya subur. Pendidikan agama pada umumnya diselenggarakan di pondok-pondok. Orang-orang muslim Pattani yang belajar agama di Timur Tengah setelah kembali ke daerahnya, mereka mendirikan pondok-pondok. Namun demikian akhir-akhir ini ada perguruann tinggi juga membuka pengkajian bahasa melayu dan pengkajian Islam.